Pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menjadi klinik pratama menuai kritik dari pakar kesehatan. Ketua IDI, Slamet Budiarto, menilai rencana ini tidak realistis karena memerlukan sumber daya manusia dan dana yang besar, sementara puskesmas di Indonesia masih banyak yang kekurangan dokter dan tenaga kesehatan. Menurutnya, fokus harusnya pada peningkatan layanan di puskesmas terlebih dahulu.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa KDMP direncanakan beroperasi mirip klinik swasta dan akan melayani peserta BPJS Kesehatan. Namun, pengembangan ini menghadapi tantangan besar, termasuk kebutuhan akan 120.000 tenaga kesehatan untuk 30.000 KDMP yang direncanakan. IDI tidak menolak ide tersebut, tetapi meminta pemerintah untuk memprioritaskan kebutuhan di puskesmas yang masih banyak berjuang dengan kekurangan tenaga medis.





Komentar 0