Film horor memang menarik bagi banyak orang, terutama menjelang Halloween. Penelitian menunjukkan bahwa penggemar film horor cenderung memiliki kepribadian yang suka mencari sensasi. Mereka menikmati pengalaman yang merangsang, bahkan yang bersifat negatif, dan merasakan emosi positif saat menonton.
Orang-orang dengan empati rendah sering kali lebih menikmati film horor karena mereka kurang terpengaruh oleh penderitaan karakter. Namun, bukan berarti semua penggemar film horor memiliki empati rendah, karena empati terhadap karakter fiksi berbeda dengan empati terhadap orang nyata.
Menonton film horor juga berfungsi sebagai terapi paparan, di mana penonton belajar mengatasi ketakutan dan kecemasan. Setelah menonton, otak melepaskan zat kimia yang memberi rasa senang, membantu penonton mengembangkan strategi emosional untuk menghadapi ketakutan dalam kehidupan sehari-hari.
Karakteristik lain dari penggemar film horor adalah kemampuan mereka untuk mendesensitisasi diri dari hal-hal menakutkan. Ini membantu mereka menavigasi kecemasan dan fobia dengan lebih baik. Dengan memahami perjalanan trauma karakter, mereka dapat menemukan cara untuk menghadapi trauma pribadi, menciptakan rasa lega dari tekanan sehari-hari.





Komentar 0