Studi dari New York University menunjukkan bahwa berinteraksi dengan atasan yang sulit, dikenal sebagai "hasslers", dapat meningkatkan usia biologis seseorang hingga 1,5 persen, setara dengan sembilan bulan penuaan. Penelitian ini melibatkan lebih dari 2.300 orang dewasa dan menemukan bahwa hampir 30 persen responden memiliki setidaknya satu individu yang menjadi sumber stres dalam hidup mereka. Stres yang ditimbulkan dari hubungan interpersonal yang menekan dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental, mengganggu tidur, suasana hati, dan aktivitas gen yang berkaitan dengan peradangan.
Respon terhadap tekanan dari atasan yang sulit dapat mengakibatkan reaksi fisik seperti jantung berdebar, ketegangan otot, dan gangguan pencernaan. Menurut para ahli, situasi tersebut membuat tubuh berada dalam mode stres yang berkepanjangan, berpotensi mengganggu kualitas hidup. Stres kronis telah lama dikaitkan dengan proses penuaan, dan tekanan dalam lingkungan kerja bisa jadi salah satu penyebabnya.
Untuk mengatasi situasi ini, penting bagi individu untuk mengenali pola emosional setelah berinteraksi dengan atasan. Merasa cemas atau frustrasi adalah respons manusiawi, dan penting untuk memberi waktu bagi diri sendiri untuk menenangkan emosi sebelum melanjutkan interaksi. Beberapa cara sederhana seperti berjalan kaki atau berolahraga bisa membantu mengurangi stres.
Meskipun memahami perilaku atasan bisa membantu, hal ini tidak berarti harus menerima perlakuan yang menyakitkan. Menjaga batasan pribadi tetap krusial untuk melindungi kesehatan emosional. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman bahwa relasi sosial yang penuh tekanan berpotensi berdampak negatif pada kesehatan, bukan hanya secara psikologis, tetapi juga secara biologis.



Komentar 0