Pembangunan jembatan layang Bulak Kapal di Bekasi Timur akan dipercepat untuk mengatasi kemacetan dan meningkatkan keselamatan lalu lintas. Proyek senilai Rp188 miliar ini ditargetkan dimulai pada November 2026 dan selesai pada triwulan pertama 2028. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur, Agus Harimurti Yudhoyono, menegaskan pentingnya proyek ini untuk mendongkrak produktivitas ekonomi dan mencegah kecelakaan, terutama setelah insiden tragis di dekat Stasiun Bekasi Timur.
Jembatan ini akan membentang sekitar 500 meter dan anggaran pembangunan berasal dari pemerintah pusat, sementara Pemerintah Kota Bekasi akan mengalokasikan Rp126 miliar untuk pembebasan lahan. Proses pembebasan lahan untuk 76 bidang yang terdampak sedang berlangsung, dengan 40 bidang sudah dibayar tuntas dan 36 bidang lainnya dalam proses.
Pembangunan fisik jembatan direncanakan berlangsung selama 16 bulan, dengan target penyelesaian pada triwulan pertama 2028, asalkan semua lahan dan utilitas selesai tepat waktu. Desain jembatan akan memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan oleh PT. KAI, dengan ketinggian aman 7,5 meter dari jalur rel.





Komentar 0