PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) berhasil mencatatkan laba bersih di kuartal III-2026 setelah sebelumnya merugi di Q2 2026. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan produksi emas di tambang Poboya, Palu, dengan kadar emas yang diproses mencapai 1,9 gram per ton, melonjak dari 0,9 g/t di Q2 2026. BRMS optimis dapat menyerap hampir seluruh produksi emas di semester II-2026 berkat perjanjian penjualan yang telah ditandatangani.
Dengan adanya terowongan tambang bawah tanah yang telah mencapai lebih dari 975 meter, BRMS menargetkan untuk mulai menambang bijih berkadar tinggi di atas 3,2 g/t pada pertengahan 2027. Selain itu, kapasitas pabrik emas juga direncanakan meningkat dari 500 menjadi 2.000 ton bijih per hari pada awal 2027, mendukung rencana produksi jangka panjang.
Anak usaha BRMS, PT Gorontalo Minerals, juga aktif melakukan eksplorasi di tambang tembaga Cabang Kiri East dengan empat unit alat bor. Jumlah unit ini akan ditingkatkan menjadi tujuh di tiga lokasi pada tahun depan, dengan hasil sumber daya mineral tembaga diharapkan diumumkan pada semester II-2027.
Direktur Utama BRMS, Agus Projosasmito, menunjukkan keyakinan terhadap kinerja perusahaan dengan membeli lebih dari 5,9 juta lembar saham. Manajemen perusahaan secara keseluruhan memiliki hampir 19 juta lembar saham, mencerminkan kepercayaan penuh terhadap prospek positif BRMS di masa mendatang.



Komentar 0