Pusat data, yang berperan penting dalam mendukung aktivitas internet dan pengembangan kecerdasan buatan (AI), kini menghadapi penolakan yang semakin masif di berbagai belahan dunia. Masyarakat khawatir akan dampak lingkungan, penggunaan energi yang tinggi, dan dampak terhadap sumber daya lokal. Di AS, isu ini menjadi perdebatan penting menjelang pemilihan sela, dengan 16 negara bagian mengusulkan larangan pembangunan pusat data baru.
Selain itu, negara-negara seperti Meksiko, Prancis, dan Indonesia juga turut mengekspresikan penolakan serupa. Meskipun pendukungnya menekankan pentingnya pusat data untuk keamanan nasional dan pertumbuhan ekonomi, skeptisisme masyarakat terus meningkat seiring dengan terus bertambahnya jumlah pusat data yang terbangun, yang diperkirakan mencapai 12.250 lokasi di seluruh dunia.





Komentar 0