Integrasi transportasi umum lintas daerah dinilai penting untuk mengatasi dampak perubahan iklim, termasuk mengurangi kemacetan dan emisi. Deliani Siregar dari ITDP menyebut cuaca panas ekstrem sebagai konsekuensi dari perubahan iklim yang dapat memperparah kualitas udara. Oleh karena itu, perencanaan dan revitalisasi fasilitas transportasi perlu mempertimbangkan sirkulasi udara dan pencahayaan yang baik.
ITDP juga menekankan bahwa daerah rawan banjir seperti Semarang memerlukan perencanaan transportasi adaptif. Rahmad Wandi Putra dari ITDP menambahkan bahwa banjir merupakan salah satu dampak perubahan iklim yang dapat mengganggu mobilitas. Integrasi layanan transportasi dapat memberikan opsi alternatif ketika terjadi gangguan akibat kondisi alam.
Pada 2023, data BPS mencatat 4,4 juta komuter di Jabodetabek, namun layanan transportasi publik di Bodetabek hanya mencapai 4,6 persen. Pengelolaan transportasi lintas daerah masih terpisah, sehingga integrasi kelembagaan, fisik, tarif, dan informasi menjadi sangat diperlukan untuk meningkatkan efisiensi transportasi.





Komentar 0