Industri pembiayaan di Indonesia mengalami pertumbuhan yang rendah, hanya 1,68% hingga Agustus 2026, jauh dari target awal 6-8%. Penurunan ini disebabkan oleh debitur, terutama kontraktor, yang menahan ekspansi akibat pemangkasan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) di sektor tambang. Meskipun pembiayaan modal kerja tumbuh 4,5%, segmen pembiayaan multiguna tertekan oleh perubahan tren pembelian otomotif, di mana penjualan kendaraan listrik (EV) meningkat.
APPI mencatat bahwa meskipun pertumbuhan laba bersih perusahaan pembiayaan tetap terjaga, daya beli masyarakat dan tren pembelian otomotif menjadi tantangan bagi sektor multifinance.





Komentar 0