Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi robotik dalam bidang kesehatan menawarkan kemajuan signifikan dalam tindakan medis. Meskipun AI dapat meningkatkan presisi dalam prosedur seperti operasi minimal invasif, Ketua Komite Nasional Teknologi Robotik, Ir Agus Tjahajana Wirakusumah, menjelaskan bahwa teknologi ini tidak bisa sepenuhnya menggantikan peran dokter. AI berfungsi sebagai alat bantu yang mendukung keputusan dokter dengan memberikan rekomendasi berdasarkan data, tetapi evaluasi akhir dan penentuan tindakan tetap berada di tangan tenaga medis.
Dengan demikian, peran dokter tetap krusial dalam setiap langkah perawatan pasien.


Komentar 0