Pemerintah Inggris telah mengenakan sanksi kepada 15 pemimpin militer Sudan yang terlibat dalam "kampanye pemerkosaan" di El Fasher, tepat satu tahun setelah pembantaian massal. Para pemimpin dari Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) ini dikenakan larangan bepergian dan pembekuan aset. Tragedi di El Fasher dilaporkan mengakibatkan kematian sekitar 10.000 orang dalam dua hari, dengan 40.000 orang lainnya hilang.
Penyiksaan dan pembunuhan ilegal terus berlangsung di kota tersebut, yang kini hanya dihuni kurang dari 70.000 orang.





Komentar 0