Situs web di seluruh dunia mengalami jutaan upaya eksploitasi menyusul ditemukannya kerentanan dalam bahasa pemrograman PHP yang digunakan oleh sekitar 70% situs. Pemerintah dan perusahaan secara proaktif menutup situs untuk memperbaiki masalah ini. Di Inggris, 32 layanan pemerintah ditutup, meskipun tidak ada laporan tentang peretasan yang berhasil.
Kerentanan ini menimbulkan kekhawatiran bagi sistem yang digunakan oleh sekolah dan lembaga lokal yang mungkin tidak memiliki dukungan keamanan siber yang memadai. Beberapa ahli memperingatkan bahwa aktor jahat, termasuk dari negara tertentu, dapat mengeksploitasi celah ini, meskipun sejauh ini belum ada bukti eksploitasi yang luas.





Komentar 0