Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta meluncurkan program Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) Partisipatif, bertujuan untuk memperkuat karakter keislaman mahasiswa. Program ini mengharuskan 2.500 mahasiswa semester satu untuk mengintegrasikan kegiatan ibadah harian ke dalam penilaian akademik, mendorong mereka untuk melaksanakan salat lima waktu dan ibadah sunah, seperti puasa Senin-Kamis. Kegiatan sosial dan keagamaan, seperti buka puasa bersama, juga menjadi bagian dari program ini.
Koordinator Mata Kuliah AIK Unisa, Iwan Setiawan, menyatakan bahwa pendekatan ini bertujuan membangun karakter mahasiswa secara menyeluruh dan membuat pembelajaran agama lebih menarik. Mahasiswa nonmuslim juga dapat berpartisipasi melalui aktivitas keagamaan mereka. Program ini diharapkan dapat mengubah pandangan mahasiswa terhadap mata kuliah agama dan mendorong pengabdian sosial yang lebih aktif di masyarakat.
Komentar 0