Sebanyak 16 ilmuwan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil masuk ke dalam daftar Top 2% Scientists 2026, meningkat dari 12 ilmuwan tahun lalu. Kepala BRIN, Arif Satria, mengapresiasi pencapaian ini sebagai indikasi perbaikan kontribusi ilmuwan Indonesia di kancah internasional. Dia menekankan pentingnya riset berkualitas yang tidak hanya menghasilkan publikasi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional.
Arif Satria menjelaskan bahwa capaian ini harus menjadi motivasi untuk memperkuat penelitian dan kolaborasi global, serta memastikan bahwa riset dapat menjawab tantangan yang dihadapi. BRIN menargetkan untuk meningkatkan jumlah ilmuwan Indonesia yang diakui secara global, serta mendorong inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Hal ini mencerminkan semangat untuk mengubah pengetahuan menjadi solusi yang bermanfaat.
Dalam daftar Top 2% Scientists, Indonesia mencatatkan 272 ilmuwan, dengan BRIN menempati urutan kelima berdasarkan jumlah ilmuwan. Pemeringkatan ini didasarkan pada data publikasi dan sitasi dari Scopus, yang menunjukkan pengaruh ilmiah peneliti melalui indikator bibliometrik. Para ilmuwan BRIN berasal dari berbagai disiplin ilmu, termasuk ilmu lingkungan, kimia, fisika, dan kesehatan.
Komentar 0