Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menyerang lebih dari 62.400 balita di tujuh provinsi akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang telah dinyatakan dalam kondisi darurat kesehatan. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI), Hermawan Saputra, yang mengkhawatirkan bahwa angka sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi, terutama di Kalimantan dan Sumatra.
Salah satu kasus tragis adalah meninggalnya balita berusia 14 bulan, Yazlyn Syanindita, yang mengalami penurunan kesehatan drastis akibat kabut asap. Ibunya, Cindy, mengungkapkan bahwa kondisi putrinya memburuk setelah kabut asap menyelimuti daerah mereka. Meskipun dokter awalnya menyatakan kondisi Canin normal, kesehatan putrinya terus menurun hingga harus dirawat di rumah sakit, namun sayangnya tidak dapat diselamatkan.
Cindy mendesak pemerintah untuk lebih memperhatikan dampak serius dari karhutla, terutama terhadap anak-anak. Ia menegaskan bahwa banyak anak lainnya juga mengalami kesulitan bernapas akibat ISPA dan meminta agar rumah sakit lebih fokus pada penanganan kesehatan dibandingkan urusan administratif. Kejadian ini menyoroti urgensi penanganan masalah kesehatan yang timbul akibat polusi udara dari kebakaran hutan.
Komentar 0