Di Albania, demonstrasi anti-pemerintah yang dipicu oleh dugaan korupsi, rendahnya lapangan kerja, dan buruknya pendidikan telah memasuki hari keenam. Bentrokan antara demonstran dan polisi kembali terjadi di Tirana pada Minggu malam (18/10/2026), dengan mahasiswa sebagai motor utama aksi. Demonstran menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Edi Rama dan melakukan berbagai tindakan anarkis, termasuk membakar gedung pemerintah dan merusak properti.
Dalam aksi yang meluas ke sejumlah kota ini, polisi melaporkan 388 orang telah didakwa, sementara banyak petugas dan demonstran mengalami luka.
Komentar 0