Donald Trump memutuskan untuk membatalkan sejumlah sanksi terhadap Rusia hanya dua hari sebelum sanksi tersebut mulai berlaku, bertepatan dengan meningkatnya ketegangan antara dirinya dan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky. Sanksi yang ditandatangani oleh Kongres pada bulan September lalu ditujukan untuk memberikan tekanan pada ekonomi Rusia, termasuk sanksi terhadap individu-individu senior dan institusi keuangan Rusia. Namun, Trump menyatakan bahwa penangguhan sanksi tersebut demi kepentingan nasional AS, yang mengundang kritik tajam dari para anggota legislatif AS, termasuk dari Demokrat dan beberapa Republikan.
Zelensky mengecam keputusan Trump sebagai pengabaian terhadap upaya Ukraina dan menyatakan bahwa sanksi tersebut seharusnya memberikan tekanan yang signifikan untuk menghentikan perang yang dilancarkan Rusia. Ia menekankan bahwa sanksi tersebut dapat sangat membantu Ukraina, terutama dalam menghadapi serangan yang terus berlanjut dari Rusia, yang berusaha menciptakan pemadaman listrik menjelang musim dingin. Selain itu, Trump juga menghadapi kritik karena kesepakatannya untuk mengimpor diesel Rusia, yang dianggap sebagai investasi dalam upaya perang Rusia.
Di tengah ketegangan ini, situasi semakin rumit dengan adanya pembatasan pada sistem satelit Starlink yang digunakan oleh Ukraina, yang mengganggu misi pertahanan mereka. Sementara itu, Trump dan Zelensky saling menyalahkan satu sama lain, dengan Zelensky berusaha untuk menekankan pentingnya dukungan AS dalam perang melawan invasi Rusia. Dengan pemilihan tengah tahun yang akan datang, risiko kehilangan kendali Kongres menjadi perhatian bagi Partai Republik, terutama terkait dengan reaksi pemilih terhadap kebijakan energi dan dukungan luar negeri.
Komentar 0