Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat mengusulkan pemerintah untuk mengatur jumlah pengemudi ojek online (ojol) agar sejalan dengan permintaan pasar. Wakil Ketua MTI Pusat, Djoko Setijowarno, menekankan pentingnya langkah ini untuk menjaga keseimbangan antara jumlah pengemudi dan permintaan layanan. Saat ini, banyak pengemudi kesulitan mendapatkan penghasilan yang memadai meskipun mudah untuk bergabung.
Djoko berharap pemerintah dapat memastikan jumlah pengemudi sesuai dengan kebutuhan pasar, sehingga pengemudi memiliki peluang pendapatan yang lebih baik.
Komentar 0