Ukraina melaporkan serangan Rusia terhadap enam fasilitas energi hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata energi. Presiden Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa Rusia menyerang infrastruktur energi, termasuk stasiun gas, dan melukai 33 orang. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, menyebut Ukraina tidak layak mendapatkan gencatan senjata.
Serangan ini menyebabkan pemadaman listrik di beberapa kota Ukraina, dan Zelensky mengatakan tindakan Rusia menunjukkan ketidakmauan mereka untuk menghormati gencatan senjata energi. Dukungan untuk gencatan senjata juga muncul dari pemimpin Inggris dan beberapa negara Eropa, meskipun respons di kalangan pejabat Eropa bervariasi.
Komentar 0