Grand final Cak dan Ning Surabaya 2026 di Balai Kota Surabaya tidak hanya berfokus pada penampilan, tetapi juga gagasan tentang masa depan kota. Para finalis, yang berjumlah 15 orang, mempersembahkan ide-ide beragam seperti pelestarian budaya, digitalisasi, dan penanganan stunting. Cak Aldo dan Ning Rara terpilih sebagai pemenang dan kini diharapkan dapat berkontribusi lebih luas bagi masyarakat. Ajang ini juga menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan bagi generasi muda untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
Pembangunan kualitas pemuda menjadi penting dalam mencapai visi tersebut, di mana diperkirakan jumlah pemuda berusia 16-30 tahun pada 2025 mencapai 66,83 juta jiwa. Meskipun indeks pembangunan pemuda meningkat, partisipasi dan kepemimpinan masih menjadi tantangan utama. Cak dan Ning diharapkan menjadi penghubung antara pengetahuan generasi muda dan kebutuhan masyarakat, serta memperkenalkan potensi Surabaya melalui komunikasi yang relevan dengan generasi sebaya.
Namun, gelar duta tidak otomatis menciptakan kapasitas memimpin. Penting bagi mereka untuk mendapatkan pengalaman praktis dalam memimpin dan menyusun program. Surabaya memiliki ruang relevan untuk menguji kemampuan tersebut melalui Kampung Pancasila, yang melibatkan rukun warga dalam berbagai aspek sosial dan ekonomi yang sejalan dengan gagasan para finalis. Inovasi seperti bank sampah dan digitalisasi destinasi dapat menjadi contoh nyata kontribusi pemuda terhadap masyarakat.
Komentar 0