Navi Pillay, mantan kepala PBB untuk hak asasi manusia, dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian 2026 atas kontribusinya dalam mempromosikan perdamaian dan hukum internasional. Pillay, yang dikenal karena keterlibatannya dalam kasus pelanggaran hak asasi manusia di Rwanda, Myanmar, dan Gaza, menjadi wanita kelima dari Afrika Selatan yang meraih penghargaan ini, mengikuti jejak Nelson Mandela dan Desmond Tutu. Dia mengungkapkan rasa syukur kepada para penyintas kejahatan internasional dan praktisi keadilan internasional.
Meskipun Israel menolak hasil laporan komisi yang dipimpin Pillay mengenai pelanggaran di Gaza, banyak tokoh internasional menyebutnya sebagai suara keadilan yang konsisten di tengah tantangan hukum global.
Komentar 0