Rupiah tidak berhasil mempertahankan penguatannya terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis (8/10/2026), ditutup di level Rp17.890/US$, melemah 0,08% dari hari sebelumnya. Setelah sempat menguat di awal perdagangan, rupiah tertekan oleh berbagai sentimen domestik dan global, termasuk penurunan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang dilaporkan oleh Bank Indonesia, meskipun tetap optimis.
Dari sisi global, perhatian pasar tertuju pada peringatan IMF mengenai tekanan inflasi yang meningkat akibat berbagai tantangan seperti konflik geopolitik dan lonjakan biaya energi. Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, menyerukan respons tegas dari bank sentral dalam kebijakan moneter untuk menghadapi inflasi. Pelaku pasar juga menantikan rilis data klaim pengangguran awal AS yang dapat memengaruhi prospek ekonomi dan kebijakan suku bunga The Federal Reserve.
Komentar 0