Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan pentingnya industrialisasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,45% di Semester I-2026. Meskipun hilirisasi, seperti yang terlihat dari lonjakan ekspor nikel, tetap menjadi fokus, Airlangga mengingatkan bahwa kontribusi industri harus didorong di atas 20%, dengan fokus pada sektor otomotif, tekstil, dan FMCG. Hilirisasi diharapkan dapat mendatangkan investasi besar dan pemerataan ekonomi, dengan 75,7% investasi sudah berada di luar Jawa.
Pemerintah juga mempersiapkan pengembangan sektor agroindustri, semikonduktor, dan digitalisasi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
Komentar 0