Di Alaska, eksperimen penyemaian awan yang dilakukan oleh perusahaan Rainmaker menggunakan drone telah menuai kritik. Meskipun berhasil menghasilkan 19 juta galon air, banyak yang meragukan keamanan penggunaan senyawa iodida perak dan dampaknya terhadap lingkungan. Para ahli menekankan bahwa teknologi ini hanya mampu meningkatkan curah hujan sedikit, sementara kekhawatiran tentang keamanan air global semakin mendesak.
Rainmaker beroperasi di beberapa negara bagian AS dan negara-negara dengan masalah kekurangan air, meski tantangan terkait efektivitas dan keselamatannya tetap ada.
Komentar 0