Anemia pada anak dan remaja masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia, khususnya di Jakarta dan Bekasi. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengungkapkan bahwa kekurangan zat besi merupakan penyebab utama anemia, terutama pada bayi dan remaja yang mengalami pertumbuhan pesat. Murti Andriastuti dari IDAI menekankan pentingnya asupan zat besi dari makanan seperti telur, hati, dan daging merah sejak bayi mulai MPASI.
Prevalensi anemia pada anak cukup tinggi, dengan sekitar 20-30 persen pada bayi berusia 4 bulan hingga 40 persen pada usia 9-12 bulan. Di kalangan anak usia sekolah, 14 persen mengalami anemia, dengan defisiensi besi mencapai 14,8 persen pada usia 6-12 tahun. Data ini menunjukkan bahwa masalah kekurangan zat besi tidak hanya terjadi pada bayi tetapi juga berlanjut hingga usia remaja.
Anemia terjadi ketika kadar hemoglobin dalam darah turun di bawah batas normal, yang berdampak pada kesehatan anak, termasuk gejala kelelahan dan kelemahan. Oleh karena itu, IDAI menekankan perlunya perhatian lebih pada pemenuhan kebutuhan zat besi untuk mencegah anemia di kalangan anak-anak dan remaja.
Komentar 0