Kenya telah mengonfirmasi kasus Ebola pertamanya setelah seorang warga negara Kenya meninggal di Nairobi, usai kembali dari Republik Demokratik Kongo (DRC). Pasien, yang tinggal di DRC selama tujuh tahun, mengalami sakit selama sebulan sebelum melakukan perjalanan dari DRC ke Kampala, Uganda, dan kemudian terbang ke Nairobi. Sebanyak 28 kontak, termasuk anggota keluarga dan tenaga kesehatan yang merawatnya, telah diidentifikasi dan akan diisolasi selama 21 hari.
Sementara itu, DRC mengalami wabah Ebola terburuk dalam sejarahnya, dengan lebih dari 4.000 kematian dan lebih dari 8.300 kasus terkonfirmasi. Organisasi Kesehatan Dunia memperingatkan bahwa epidemi ini "jauh dari selesai" dan berpotensi melampaui wabah Ebola di Afrika Barat 2014-2016.
Komentar 0