Rumah Tahanan Negara (Rutan) kelas IIB Mentok di Bangka Barat memberikan pelatihan beternak ayam bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) sebagai persiapan kemandirian setelah masa hukuman. Kepala Rutan, Andri Ferly, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk membekali keterampilan yang dapat dijalankan setelah mereka kembali ke masyarakat. Saat ini, Rutan Mentok memiliki sekitar 700 ekor ayam, termasuk 600 ayam petelur dan 100 ayam kampung jenis merawang, dengan produksi telur mencapai 300 butir per hari.
Pelatihan yang berlangsung beberapa bulan ini juga melibatkan pengelolaan telur yang dihasilkan dengan melibatkan Koperasi Rutan. Telur ayam kampung telah memiliki pelanggan tetap yang mengambil setiap hari. Kegiatan ini sejalan dengan upaya mendukung ketahanan pangan di kawasan Rutan. WBP dilatih dalam berbagai aspek budidaya, termasuk tata kelola kandang dan manajemen pakan, untuk memastikan usaha ini berkelanjutan dengan modal yang terjangkau.
Proses pemeliharaan ayam dilakukan oleh WBP yang telah memenuhi syarat tertentu, dengan pengawasan ketat dari petugas keamanan. Selain beternak ayam, warga binaan juga menanam beberapa jenis sayuran seperti sawi, kangkung, dan bayam di lahan asimilasi dan edukasi Rutan. Melalui program ini, diharapkan WBP dapat memperoleh keterampilan yang berguna setelah menyelesaikan masa tahanan mereka.
Komentar 0