Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa Neraca Perdagangan Barang Indonesia mencatat surplus sebesar 7,25 miliar dolar AS pada periode Januari hingga Agustus 2026. Ekspor kumulatif selama periode tersebut mencapai 193,64 miliar dolar AS, mengalami kenaikan 4,74 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 184,89 miliar dolar AS.
Dalam rincian sektor, industri pengolahan berkontribusi signifikan terhadap total ekspor, menyumbang 159,55 miliar dolar AS. Angka-angka ini menunjukkan performa perdagangan Indonesia yang positif, meskipun tantangan global masih perlu diwaspadai, mengingat dampak ketidakpastian ekonomi dunia terhadap perdagangan internasional.
Komentar 0