Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberanian pemimpin dalam mengambil kebijakan yang tepat sangat penting untuk kepentingan rakyat. Dalam acara di Kementerian Pertanian, ia berbagi pengalaman dengan peserta Kuliah Kerja Profesi I Sespimti Polri, menekankan bahwa kebijakan yang salah lebih berbahaya daripada korupsi. Amran memberikan contoh perubahan tata kelola pupuk yang berhasil menghemat Rp 500 triliun bagi negara.
Ia menyoroti pencapaian swasembada pangan sebagai hasil dari kebijakan yang berani dan kolaborasi lintas sektor. Pesan tersebut mendapat respons positif dari peserta, yang merasa terinspirasi untuk menerapkan prinsip kepemimpinan yang adaptif dan fokus pada ketahanan pangan dan energi.
Komentar 0