Bank Indonesia (BI) mengonfirmasi bahwa nilai tukar rupiah telah menembus level Rp18 ribu per dolar AS pada perdagangan Selasa (29/9), dengan posisi di Rp18.012. Pelemahan ini disebabkan oleh kekhawatiran inflasi global dan risiko fiskal, serta kenaikan harga minyak dunia yang mencapai lebih dari USD108 per barel. BI menyatakan akan terus melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik.
Meskipun rupiah tertekan, pergerakannya masih sejalan dengan mata uang kawasan, dengan pelemahan terbatas sebesar 0,67 persen secara quarter-to-date. Cadangan devisa Indonesia juga meningkat menjadi USD146,5 miliar pada akhir Agustus 2026, cukup untuk membiayai 5,4 bulan impor.
Komentar 0