Pakar transportasi Djoko Setijowarno menilai keterlibatan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dalam pendanaan perpanjangan rute LRT Jakarta sebagai langkah strategis. Ia menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur yang bergantung pada APBD akan menguras ruang fiskal daerah. Sinergi antara lembaga keuangan dan pemerintah daerah dianggap penting untuk meningkatkan konektivitas perkotaan.
Danantara sebagai sovereign wealth fund memberikan alternatif pembiayaan non-anggaran, menjaga APBD Jakarta untuk kebutuhan mendasar warga. Keterlibatan Danantara juga diharapkan dapat mengoptimalkan kawasan sekitar stasiun melalui pendekatan Transit-Oriented Development (TOD), sehingga pendapatan non-tiket LRT dapat dimaksimalkan untuk biaya operasional yang berkelanjutan.
Komentar 0