Institute of International Finance (IIF) melaporkan bahwa utang global meningkat sebesar US$ 10 triliun atau sekitar Rp 179,14 kuadriliun pada semester I-2026, mencapai total US$ 365 triliun. Kenaikan ini terjadi bersamaan dengan lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah di negara-negara besar seperti AS dan Jepang, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap suku bunga dan belanja pemerintah yang tinggi. IIF menyoroti bahwa negara maju membayar lebih dari US$ 3,3 triliun untuk bunga obligasi tahun lalu, lebih besar dibandingkan pengeluaran untuk AI, belanja pertahanan, dan investasi energi bersih.
IIF dan OECD menekankan perlunya reformasi untuk mengendalikan utang dan meningkatkan efisiensi sektor publik. IMF juga menyerukan langkah-langkah untuk menurunkan utang dan konsolidasi fiskal, meskipun langkah tersebut sulit secara politik.
Komentar 0