Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemasok kebutuhan ekonomi syariah global. Gubernur BI Destry Damayanti menyebutkan, dengan populasi Muslim dunia yang mencapai dua miliar orang dan penerimaan produk syariah oleh masyarakat non-Muslim, Indonesia dapat memperluas pasar produknya secara global. Nilai halal value chain global diperkirakan mencapai 2,6 triliun dolar AS pada 2025, dan Indonesia saat ini menempati peringkat keempat dalam pengembangan ekonomi syariah.
Destry menekankan pentingnya penguatan sektor keuangan syariah untuk mendukung ekspansi industri halal dan meningkatkan kontribusi Indonesia di pasar global.
Komentar 0