Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur mengungkapkan bahwa provinsi ini memiliki potensi besar untuk memperkuat ekonomi syariah di Indonesia, berkat jumlah penduduk Muslim yang signifikan, jaringan pesantren, serta UMKM yang berkembang. Kepala Perwakilan BI, Ibrahim, menjelaskan bahwa 97,33 persen dari 40,09 juta penduduk Jawa Timur beragama Islam dan terdapat 7.347 pesantren dengan lebih dari 660 ribu santri. Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Jawa 2026 di Surabaya menjadi platform untuk mengintegrasikan potensi ini dengan pengembangan UMKM dan pembiayaan syariah, guna menciptakan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
BI juga mendukung pengembangan unit usaha di pesantren dan sertifikasi halal untuk pelaku usaha, dengan harapan Jawa Timur dapat menjadi penggerak utama ekonomi syariah secara inklusif dan berkelanjutan.
Komentar 0