Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur menekankan pentingnya ekonomi syariah untuk berdampak nyata bagi masyarakat. Dalam pembukaan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Jawa 2026 di Surabaya, Kepala Perwakilan BI Jatim, Ibrahim, menyatakan bahwa ekonomi syariah kini bukan hanya potensi, tetapi telah berkembang menjadi ekosistem yang menghubungkan nilai halal dan amanah dengan produktivitas. Ia menyoroti kekuatan Jawa dalam mengembangkan ekonomi syariah, didukung oleh basis industri, UMKM, serta jaringan pesantren yang kuat.
Fesyar Jawa 2026 diharapkan dapat menghasilkan dampak ekonomi yang inklusif melalui berbagai program baru dan kolaborasi dengan lembaga keuangan syariah. Ibrahim menegaskan keberhasilan acara ini akan diukur dari dampak yang dihasilkan dalam memperkuat industri halal dan mendorong UMKM serta pesantren.
Komentar 0