Pakar mitigasi bencana dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Dr Umboro Lasminto, mengingatkan masyarakat Surabaya untuk waspada terhadap potensi banjir rob yang diprediksi terjadi pada akhir September 2026. Ia menekankan bahwa ketinggian air pasang di atas 2,4 meter dapat menyebabkan banjir rob, sehingga masyarakat perlu memperhatikan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Dosen Teknik Sipil ITS, Muhammad Hafiizh Imaaduddiin, menambahkan bahwa siklus bulan, terutama fase bulan purnama, berkontribusi pada tingginya pasang air laut. Karakteristik Surabaya sebagai wilayah hilir pesisir membuatnya rentan terhadap banjir rob, terutama dengan berkurangnya area resapan air akibat pembangunan.
Pemerintah Kota Surabaya telah menyusun Surabaya Drainage Master Plan (SDMP) untuk mengatasi masalah drainase. Masyarakat disarankan untuk mengamankan barang-barang berharga dan menyiapkan rute alternatif untuk meminimalkan risiko jika terjadi banjir rob.
Komentar 0