Pada perdagangan Jumat (25/9), nilai tukar rupiah menguat menjadi Rp17.903 per dolar AS, naik 13 poin atau 0,07 persen dari sebelumnya. Penguatan ini sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang juga bergerak positif terhadap dolar AS, seperti peso Filipina dan ringgit Malaysia. Namun, yuan China dan dolar Hong Kong mengalami pelemahan.
Analis dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, menyatakan bahwa penguatan rupiah didorong oleh penurunan harga minyak mentah dan imbal hasil obligasi pemerintah AS, serta harapan perundingan AS-Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Komentar 0