Masuk

BEI kaji dua skema masuknya pemegang saham baru dalam demutualisasi

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang mengkaji dua mekanisme untuk memasukkan pemegang saham baru dalam proses demutualisasi, yaitu penerbitan saham baru dan penjualan saham dalam treasury. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menegaskan bahwa kedua mekanisme ini sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2026. Saat ini, BEI masih melakukan kajian untuk menentukan skema mana yang akan digunakan, baik salah satu atau kombinasi keduanya.

Terkait pembagian dividen pasca demutualisasi, BEI belum dapat menentukan besaran yang akan dibagikan kepada pemegang saham. Hal ini disebabkan oleh perlunya penyesuaian anggaran dasar yang saat ini belum memungkinkan adanya pembagian dividen. Perubahan anggaran dasar tersebut akan diajukan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 28 Oktober 2026.

Jeffrey juga menekankan pentingnya memperhitungkan ketentuan mengenai pencadangan operasional dan pengembangan bursa efek sesuai dengan POJK yang berlaku. Setelah demutualisasi, BEI akan mengevaluasi rencana bisnis ke depan, termasuk kebutuhan investasi dan potensi laba yang dapat dibagikan sebagai dividen.

Baca artikel lengkap di sumber ↗ ✨ Ringkasan senci AI
0

Komentar 0

Berita untukmu

Masuk ke senci

Baca bebas tanpa akun. Masuk untuk menyukai, berkomentar, & personalisasi.
atau pakai email

Pilih minatmu

Biar "Untuk Anda" pas dengan seleramu.
πŸ“„ Artikel saya ✏️ Edit profil ↩ Keluar