Meskipun tidak lagi berbisnis ponsel, Nokia tetap meraup keuntungan besar dari lisensi paten. Setelah menjual unit ponselnya ke Microsoft pada 2014, Nokia menandatangani kesepakatan dengan HMD Global pada 2016, yang memproduksi ponsel bermerek Nokia. Setiap penjualan perangkat menghasilkan royalti untuk Nokia, yang juga mencatatkan penjualan bersih sebesar USD 2,2 miliar pada 2024.
Lonjakan ini didorong oleh kesepakatan lisensi baru dengan berbagai perusahaan besar seperti Apple dan Oppo. Nokia mengelola 26.000 paten dan mulai melisensikan paten ke sektor otomotif. Lisensi HMD untuk memproduksi ponsel Nokia akan berakhir pada Maret 2026, dan Nokia berencana mencari mitra baru untuk mempertahankan relevansi mereknya.
Komentar 0