Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun telah menembus 5,48 persen, level tertinggi sejak 2004, di tengah kekhawatiran inflasi yang tinggi akibat kenaikan biaya energi dan pertumbuhan ekonomi yang kuat. Kenaikan ini memperpanjang aksi jual obligasi global, dengan yield Treasury AS tenor 10 tahun mencapai 5,20 persen. Investor kini mencermati potensi ambang tekanan baru di level 6 persen untuk obligasi AS 10 tahun.
Kenaikan imbal hasil juga berdampak pada biaya pinjaman konsumen, termasuk suku bunga hipotek yang mencapai sekitar 7 persen. Tekanan di pasar obligasi tidak hanya terjadi di AS, tetapi juga di negara-negara besar lainnya, seperti Jerman dan Jepang, yang mengalami kenaikan biaya pembayaran bunga. Meskipun ada langkah-langkah dari Menteri Keuangan AS untuk menahan kenaikan biaya utang, imbal hasil tetap meningkat, mencerminkan ketangguhan perekonomian AS.
Komentar 0