PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat pembangunan infrastruktur gas alam cair (LNG) di Indonesia untuk mendukung ketahanan energi nasional. General Manager PLN EPI, Agus Purnomo, menyatakan bahwa pengelolaan proyek dilakukan secara terintegrasi dan melibatkan kapasitas rantai pasok sejak dini. Tantangan utama saat ini adalah ketersediaan kapasitas industri untuk menyelesaikan proyek sesuai kebutuhan sistem kelistrikan.
Agus menambahkan bahwa PLN EPI mempercepat proyek midstream LNG di 25 lokasi di Indonesia untuk mendukung program dedieselisasi, yang bertujuan menggantikan penggunaan diesel dengan LNG. Dalam konteks global, industri LNG menghadapi keterbatasan kapasitas eksekusi, dengan pembangunan kapal LNG berukuran besar yang terbatas di Korea Selatan dan China.
PLN EPI merencanakan pengembangan proyek LNG midstream sebagai portofolio terintegrasi, mencakup FSRU, fasilitas regasifikasi, dan jaringan pipa. Hingga 2029, PLN EPI menargetkan pengembangan hampir 20 lokasi terminal penerimaan LNG satelit darat, dengan fokus pada penguatan industri domestik untuk konstruksi dan pemeliharaan. Strategi ini diharapkan dapat memastikan pembangunan infrastruktur LNG tepat waktu dan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan Indonesia.
Komentar 0