Starbucks mengumumkan penutupan sekitar 250 gerai di Amerika Utara sebagai bagian dari upaya restrukturisasi bisnis. Langkah ini diambil karena lokasi yang ditutup dianggap tidak memenuhi standar pelayanan atau tidak menguntungkan secara finansial. Penutupan ini mencakup sekitar 1 persen dari total 18 ribu gerai Starbucks di kawasan tersebut.
CEO Starbucks, Brian Niccol, sebelumnya juga mengumumkan pemutusan hubungan kerja karyawan sebagai bagian dari program restrukturisasi senilai US$1 miliar. Meskipun menghadapi penutupan, COO Starbucks, Mike Grams, optimis terhadap peluang pertumbuhan jangka panjang dan berkomitmen untuk membuka sekitar 440 gerai baru secara global tahun ini, meski jumlahnya menurun dari target awal.
Komentar 0