Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan 33 kapal perikanan berbendera Indonesia untuk beroperasi di perairan Arafura, guna meningkatkan produksi perikanan tangkap nasional. Peluncuran kerja sama perikanan dengan China ini dilakukan oleh Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono di Tual, Maluku. Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, modernisasi armada, dan aktivitas ekonomi di kawasan pesisir.
Trenggono menekankan pentingnya nilai tambah bagi Indonesia dari kerja sama ini, termasuk dalam hal penguatan industri perikanan dan penyerapan tenaga kerja. Sebanyak 669 tenaga kerja akan terlibat dalam operasional kapal, yang diproyeksikan menghasilkan 9.500 ton ikan per tahun. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp65 miliar.
Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja Presiden RI ke China dan mencakup berbagai aspek, termasuk penangkapan ikan dan pembangunan fasilitas perikanan. KKP akan memastikan setiap ikan yang ditangkap dapat ditelusuri asal-usulnya, sesuai dengan kebijakan Penangkapan Ikan Terukur (PIT).
Komentar 0