Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, memberikan pidato tajam di Sidang Majelis Umum PBB, menanggapi tuduhan Presiden AS Donald Trump yang menyebut Iran sebagai teroris. Pezeshkian menegaskan bahwa Iran adalah korban terorisme global yang dilakukan oleh AS dan sekutunya. Ia menggambarkan bagaimana rakyat Iran, termasuk anak-anak, menjadi sasaran serangan dan agresi dari AS dan Israel.
Pezeshkian menolak label teroris yang disematkan kepada negaranya, menyatakan bahwa Iran hanya membela diri dan tidak pernah menyerang negara lain dalam 200 tahun terakhir. Ia juga menegaskan pentingnya program nuklir Iran untuk berbagai kebutuhan, termasuk kesehatan dan energi, serta menuduh Israel sebagai pelaku terorisme yang sebenarnya.
Komentar 0