Kepolisian Daerah Maluku memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mencegah konflik sosial melalui Forum Koordinasi Keamanan Maluku. Forum ini melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, tokoh agama, tokoh adat, akademisi, dan masyarakat. Kapolda Maluku, Inspektur Jenderal Polisi Dadang Hartanto, menekankan bahwa keamanan bukan hanya tugas TNI dan Polri, melainkan melibatkan semua elemen masyarakat.
Data menunjukkan penurunan konflik sosial dari 185 kejadian pada 2024 menjadi 10 kejadian hingga September 2026. Beberapa faktor pemicu konflik yang harus diantisipasi antara lain sengketa lahan, konsumsi minuman keras, dan penyebaran informasi di media sosial. Gubernur Maluku dan Ketua MUI Maluku juga mendukung forum ini, menekankan pentingnya dialog dan pembinaan rohani untuk menjaga stabilitas keamanan.
Komentar 0