Kualitas udara di Kubu Raya, Mempawah, dan Sintang, Kalimantan Barat, pada Rabu (23/9) terpantau berbahaya akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kubu Raya mencatatkan konsentrasi PM2.5 tertinggi sebesar 594.4 Β΅g/m3, diikuti Mempawah dengan 470.7 Β΅g/m3, dan Sintang 331.5 Β΅g/m3, semuanya jauh di atas ambang batas berbahaya. Saat ini, terdapat 149 titik panas dan sembilan titik api di Kalbar, dengan luas lahan terbakar mencapai 60.3 hektare dalam 24 jam terakhir.
Kementerian Kesehatan melaporkan 174.694 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah terdampak, termasuk 40.363 kasus pada balita. Kepala BNPB, Suharyanto, menyatakan bahwa upaya pemadaman terus dilakukan dan operasi modifikasi cuaca akan diintensifkan hingga musim hujan normal.
Komentar 0