Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengungkapkan bahwa akses pasar merupakan tantangan utama bagi pengembangan UMKM di Indonesia. Meskipun telah ada dukungan dalam hal sertifikasi dan pembiayaan, banyak produk UMKM yang belum mampu terserap di pasar domestik. Maman menekankan bahwa tanpa kemampuan untuk menjual produk, dukungan pembiayaan tidak akan menjamin keberlangsungan usaha.
Tingginya persaingan dengan produk impor, termasuk yang masuk secara ilegal, menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi daya serap produk UMKM. Ia menegaskan perlunya pengawasan yang lebih ketat terhadap barang ilegal agar produk lokal dapat bersaing di pasar. Selain itu, pemerintah juga mendorong peningkatan kualitas produk agar UMKM tidak hanya bergantung pada pasar domestik.
Komentar 0