Polda Banten mengonfirmasi bahwa jenazah pria yang ditemukan di Pulau Enggano adalah Surakhman, anak buah kapal Arupadatu 1, yang teridentifikasi melalui kecocokan DNA dengan anaknya, Tuan Yayat. Surakhman merupakan salah satu dari delapan orang yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026. Proses identifikasi dilakukan oleh Tim DVI dengan membandingkan data antemortem dan posmortem dari keluarga korban.
Sebelumnya, pencarian terhadap delapan orang tersebut telah dihentikan setelah penemuan jasad di Enggano pada 12 September.
Komentar 0