Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menemukan bahwa hampir seluruh saham PT Charnic Capital Tbk (NICK) dikuasai oleh segelintir pihak, dengan free float hanya sebesar 0,72%. Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis BEI, 99,28% saham dikuasai oleh sejumlah pemegang saham tertentu. BEI juga mengumumkan akan meningkatkan ambang batas free float untuk saham yang tercatat di bursa dari 7,5% menjadi 15%, dengan pelaksanaan bertahap dan pemantauan berkelanjutan.
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menekankan pentingnya reformasi transparansi pasar modal Indonesia dalam sosialisasi tersebut.
Komentar 0