Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) menegaskan komitmen untuk menghijaukan lahan bekas pertambangan di Sulawesi Tengah. Ketua FKTT Sulteng, M Najmi Ar Ramadan, menyatakan bahwa mereka akan mendorong pengembalian kondisi hijau pada area-area bukaan tambang dalam dua tahun ke depan. KTT berperan sebagai penyeimbang antara pemerintah dan dunia usaha, serta bertanggung jawab dalam menjaga keselamatan dan perlindungan lingkungan.
Selain itu, FKTT berupaya memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah terkait dampak kesehatan masyarakat akibat aktivitas pertambangan. Jambore Pertambangan Sulteng 2026 akan digelar pada 22-23 September 2026 dengan tema pertambangan ramah lingkungan. Wakil Gubernur Sulteng, Reny A Lamadjido, menekankan pentingnya pembangunan sektor pertambangan yang seimbang antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
Komentar 0