Menteri Agama Nasaruddin Umar berkomitmen menyelesaikan polemik pemilihan rektor di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya dalam waktu tiga hari. Dalam rapat dengan Komisi VIII, ia mengakui kejadian ini adalah pertama kalinya ia 'kebobolan' dan meminta maaf. Mahasiswa UINSA telah melakukan aksi unjuk rasa menuntut rektor Akhmad Muzakki mundur, termasuk mendirikan tenda di depan gedung rektorat.
Mereka juga telah mengajukan tuntutan kepada DPR RI untuk audiensi dengan Kemenag mengenai pencopotan Muzakki dan perombakan sistem pemilihan rektor.
Komentar 0